Log In | Subscribe | Sitemap
HOME
Retail Updates

JIWA SEORANG ‘STRIKER’ YANG BERHASIL MEMBAWA TEAM NYA

DALAM MENAKLUKKAN TARGET PERUSAHAAN

Oleh: Retail Community

>> more
Newsletter Sign Up
Name
Email
Industry
Position
 
GDP growth (annual %)

Kurs
 
Retail Updates
Retail Updates

  

KEJUJURANNYA TERHADAP KLIEN DAN SELALU UPDATE TECHNOLOGY BARU

MENJADI KUNCI DALAM MEMBESARKAN USAHANYA

Oleh: Retail Community

  

Kesan nyaman dan homy sangat terasa saat menyambangi kantornya yang di design bak studio gambar. Pak Sahlan McKingley yang seorang arsitek blasteran Jepang dan Amerika adalah pemilik MTA (PT Mitra Tenaga Andalan) berlokasi di daerah Fatmawati Jakarta Selatan.

Bahasa Indonesianya lancar, lahir di Jepang dan menetap di Jakarta sampai kelas 3 SD, selanjutnya sampai lulus kuliah dan bekerja, menghabiskan waktunya di Australia. Berbekal pengalaman kerja sebagai arsitek di perusahaan besar lebih dari 7 tahun di Australia, memantabkan niatnya untuk membuka usaha sendiri di Jakarta. Mulai merintis dari 6 tahun yang lalu, mempunyai 10 team arsitek, tetapi jika load sedang ramai bisa sampai 20 orang yang terlibat dalam proyeknya.

Proyek awal yang ditangani adalah Shopping Center di Lombok, Epicentrum Mall dan ini adalah titik yang paling sukses. Bangunan tetap kokoh meski terkena gempa Lombok sampai 3x, tidak ada retak. Kesuksesan di proyek pertama ini diikuti dengan proyek-proyek berikutnya berkat kekuatan wouth of mouth. Beliau lebih suka disebut arsitek dalam negeri ketimbang luar negeri, atau tepatnya ‘dalam negeri plus”. Karena paham culture Indonesia tetapi kualitas tidak kalah dengan luar negeri. “Culture disini unik, do business bagi orang asing agak sulit, tapi karena saya ada background yang sudah melekat dengan Indonesia, jadi lebih mudah”.

Hal mendasar sebelum menerima proyek, ia selalu mengawali dengan riset, untuk mengurangi risiko yang akan muncul. Beliau beranggapan kesuksesan di area A belum tentu bisa di “copy paste”  di area B. Menurutnya disini ada keunikan tersendiri, masih banyak yang percaya gut feeling dan menentukan keputusan memakai asumsi. Sementara beliau bertekad ingin ikut proyek yang nantinya proyek tersebut akan bisa sukses, tidak hanya mengejar fee project semata.

Prinsip yang dipegang adalah we have to be honest, we have to be able to deliver what we promise. Jangan obral janji. Itulah salah satu yang menjadi kunci suksesnya. “Keep learning, don’t think you know everything, termasuk new software, system kerja, pemilihan teknologi material supaya lebih effisein.” Di sini untuk building industry belum terlalu peduli dengan new hardware.

Pengalamannya kerja diperusahaan besar dengan 80 karyawan, membuat kerja seperti mesin, tidak saling mengenal dekat. Beda dengan perusahaan yang pak Sahlan ciptakan sekarang, tempat kerja bak mini studio seperti semasa kuliah, cozy, friendly, semua saling dekat, harus ramah satu sama lain, attitude harus oke. Tidak cukup hanya sekedar skill. Beliau juga membuat peraturan tidak ada lembur.  Tidak suka overtime, maksimal 8 jam, dalam 8 jam sudah harus selesai pekerjaan. Bahkan di rumah pun tidak melanjutkan pekerjaan. Baginya work is work, we have real life, setiap orang butuh real life, tidak semua waktunya dihabiskan dengan bekerja, tetapi banyak hal yang bisa dikerjakan selain bekerja. Caranya dengan memperbaiki timeline bekerja, 8 jam kerja adalah untuk focus bukan relaks / santai. Selama ini penerapan jam kerja seperti itu cukup efektif dan effisien, proyek selesai tidak pernah terlambat, malah lebih cepat dari yang ditargetkan.

Apa yang membedakaan Bapak dengan arsitek lain? “Kami disini bekerja setelah membaca hasil riset, dan kami tidak hanya sekedar mendesign tetapi kami paham bagaimana cara kerja shopping mall, bagaimana menangani operasional nya, mengetahui system cashflow, procurement, hubungan dengan tenant, mengerti bisnis secara umum. Jadi jika ada yang kurang-kurang dan tidak sesuai, bisa  tahu dan dapat  memberi masukan ke owner dan pengembang.

Sambil menutup pertemuan sharing bermanfaat ini, pak Sahlan memberikan tips bagaimana anak muda lebih sukses. Yakni mencari mentor yang sesuai dan cocok dengan minatnya. Termasuk mentor yang mempunyai kesamaan dalam thinking, idea, goal. Tetapi jika mempunyai ambisi yang besar dalam karir, masuk dan kerja di perusahaan besar, karena banyak ilmu yang bisa didapatkan.

 

 

============================================================================

RETAIL COMMUNITY adalah wadah komunikasi dan networking para pelaku RETAIL.  Yang menghubungkan antara para pemilik brand, pelaku usaha distribusi, grosiran, dan juga store outlet (Middle - Up Level), untuk berbagai jenis Produk Kategori. Berbagai kegiatan Komunikasi dilakukan baik di WA Group, maupun Kopi Darat melalui kegiatan Talkshow2.

 

Instagram: retailcommunity

 

 

 

 

Archive

PayPal